Breaking News

Kamis, 29 September 2016

Cara Mengatasi Mental Atlet (Taekwondo) yang Buruk

  1. Pendahuluan

Taekwondo merupakan olahraga yang membutuhkan kualitas mental yang baik, di samping kualitas fisik yang juga harus mumpuni. Dikatakan membutuhkan kualitas mental yang baik, karena dalam prakteknya seringkali ditemui seorang atlet yang sudah siap secara fisik, teknik, dan taktik. Tapi menjelang pertandingan dapat diamati dari body language dan mimik muka (facial ekspressions), terlihat gelisah, tidak tenang, kurang semangat, sense of humor berkurang, dan sebagainya. Terlebih lagi pada saat pertandingan, akan sangat terlihat mana atlet yang memiliki ketegaran mental (mental thougness), dan mana atlet yang mentalnya down.

Hal ini tentu saja mengundang pertanyaan dari seorang pelatih, mengapa keadaan demikian bisa terjadi pada diri atlenya, sementara dari segi fisik, teknik, dan taktik sudah dilatihkan sedemikian rupa. Tetapi pada saat bertanding teknik dan taktiknya terlihat buruk atau tidak maksimal, padahal pada saat sesi latihan terlihat sangat baik. Dari sini pelatih harus segera menyadari, bahwa kualitas fisik, teknik, dan taktik saja belumlah cukup. Ada satu aspek lagi yang perlu mendapat perhatian khusus, yakni mental atau psikologi. Karena betapapun hebatnya seorang atlet, kalau mentalnya down, tentu akan sangat menggangu penampilan atlet. Artinya, atlet tidak bisa menunjukan kemampuannya dengan maksimal. Dan latihan teknik, taktik, dan fisik yang selama ini dilatihkan akan sia-sia dan terbuang percuma, karena pada saat bertanding tidak bisa maksimal akibat keadaan mental yang buruk.
Kemudian yang menjadi pertanyaan di sini adalah Bagaimana jika menjadi seorang pelatih, menemui atlet yang selalu kalah dalam suatu pertandingan? Dengan kata lain, bagaimana cara seorang pelatih memperbaiki mental atlet yang buruk. Contoh studi kasusnya atlet yang selalu kalah dengan atlet tertentu, mungkin karena takut, nervous, dsb. Bagaimana cara mengatasi ketakutan atlet tersebut, yaitu strategi pelatih untuk membuat atlet menjadi lebih berani, khususnya pada saat pertandingan fight, model latihan seperti apa yang tepat.

  1. Pembahasan

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan pelatih untuk membuat atletnya berani dalam bertanding, khususnya pada saat menghadapi lawan yang selama ini menjadi stumbling block baginya, artinya atlet tersebut dapat dipastikan akan kalah jika menghadapi lawan yang ditakutinya. Hal itu berarti dalam diri atlet sudah tertanam ketakutan, bahkan pada taraf tertentu sudah menjadi semacam phobia yang sudah melekat dalam alam bawah sadarnya. Sehingga dengan lain perkataan, atlet sudah kalah sebelum bertanding.

Cara yang dapat dilakukan pelatih pada saat periodisasi latihan tentunya  memberikan latihan-latihan mental, tetapi ada beberapa cara jitu yang dapat dilakukan pelatih sebelum bertanding untuk membangkitkan mental atlet yang ketakutan dalam menghadapi lawan tertentu, yaitu:

Pertama, pada hari sebelum besoknya bertanding, pelatih bisa memberikan surat pernyataan yang tujuannya untuk mengancam atletnya tersebut dengan mengatakan, ”Kalau besok kamu sampai kalah menghadapi si A, kamu tidak usah ikut lagi di klub ini, lebih baik kamu keluar saja dari klub ini, dan ini surat pernyataan yang harus kamu tandatangani”. Ini dilakukan sebagai bentuk ancaman kepada atlet tersebut, yang tujuannya untuk membangkitkan mental dan harga diri (self esteem) atlet tersebut. Dengan melakukan hal ini, maka harga diri atlet merasa dipertaruhkan, karena mendapat tantangan dari pelatihnya untuk menang menghadapi lawan yang ditakuti, atau kalah tapi harus keluar klub. Oleh karena itu, bukan tidak mungkin atlet akan lebih berani menghadapi lawannya, dan berusaha untuk menang.

Kedua, dengan cara menyentuh emosi atlet, atau membuat emosi pada atletnya, sehingga pada saat bertanding itulah atlet dapat meluapkan emosinya, khususnya pada lawan yang ditakutinya. Ini bisa dilakukan dengan cara mengejek atau merendahkan atlet tersebut, tapi tujuannya untuk membangkitkan mental dan emosi atlet pada saat bertanding. Misalnya dengan mengatakan, “Kamu ini dari dulu lawan si A gak pernah menang, emangnya kamu gak malu sama diri kamu sendiri, sama keluarga, sama junior-junior dan atlet-atlet yang lain. Kalau kamu sampai kalah lagi, berarti kamu memang pecundang, tapi kalau kamu seorang juara, kalahkan dia”.

Ketiga, ini cara terakhir yang dapat dilakukan untuk memperbaiki mental atlet yang buruk. Yaitu dengan cara menyugesti diri atlet, dengan masuk ke alam bawah sadarnya (subconscious mind). Hal ini biasanya dilakukan dengan menghipnotis atletnya, dalam kondisi hipnosis akan lebih mudah memberikan sugesti-sugesti untuk menghilangkan rasa takut atlet, dan membuatnya lebih berani.

Dalam kondisi hipnosis (biasanya gelombang otak pada kondisi alpha), keaktifan dan kekritisan pikiran sadar akan berkurang, dan pikiran sadar (conscious mind) inilah yang sebenarnya menjadi critical factor yang berupa pikiran kritis, rasional, pikiran negatif, dan sebagainya, yang menjadi penghalang untuk masuk ke alam bawah sadar. Dengan cara hipnotis, akan mudah memberikan sugesti-sugesti positif untuk menghilangkan rasa takut atlet, karena dalam kondisi hipnosis (gelombang otak pada kondisi alpha) sugesti bisa menembus critical factor dan langsung bisa diterima alam bawah sadar.

Cara yang lain, dengan menghipnotis atlet sebelum bertanding, meskipun dalam kondisi hipnosis yang ringan. Artinya, atlet bertanding dalam kondisi hipnosis, yaitu hipnosis dalam artian pemberian sugesti-sugesti positif untuk membuat atlet berani dan tidak takut pada saat bertanding. Kendati cara yang ini masih sangat asing bagi penulis, dan rasanya memang masih meragukan cara ini. Di samping itu, belum pernah mengetahui sebelumnya, hanya mendengar dari beberapa sumber. Tapi setidaknya bisa dijadikan khazanah dan masukan yang menambah pengetahuan.

  1. Penutup
Demikian beberapa cara yang bisa dijadikan alternatif dalam menangani kasus-kasus atlet yang berkaitan dengan mental. Entah itu karena takut, cemas, gelisah, trauma, atau bahkan menjadi semacam phobia. Sebenarnya masih banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk menangani atlet yang bermental buruk, khususnya atlet yang selalu kalah dalam menghadapi lawan yang sama.
Dan ini tentu saja, di samping perlu memperbaiki kualitas teknik, taktik, dan fisik; kualitas mental juga tidak kalah penting, karena menurut para pakar bahwa tingkat pencapaian prestasi puncak sangat ditentukan oleh kematangan dan ketangguhan mental atlet. Terlebih lagi bagi atlet yang selalu kalah saat menghadapi lawan yang sama, tentu sangat erat kaitannya dengan efek psikologis yang perlu dicari pemecahannya.
Dan yang perlu digarisbawahi di sini bahwa mental atau psikis bagaikan samudra yang luas untuk dijelajahi dan didalami, karena ada berbagai macam hal dalam mental seorang manusia yang begitu kompleks dan terkadang sulit untuk dipahami.
Read more ...

Minggu, 25 September 2016

Sejarah Taekwondo Di Indonesia

Taekwondo mulai berkembang di Indonesia pada tahun 70-an , dimulai aliran Taekwondo yang berafiliasi ke ITF ( International Taekwondo Federation ) yang pada waktu itu bermarkas besar di Toronto Kanada, aliran ini dipimpin dan dipelopori oleh Gen. Choi Hong Hi, kemudian berkembang juga aliran Taekwondo yang berafiliasi ke WTF ( The World Taekwondo Federation ) yang berpusat di Kukkiwon, Seoul, Korea Selatan dgn Presiden Dr. Un Yong Kim .
Pada waktu itu, di Indonesia kedua aliran ini yang masing – masing mempunyai organisasi ditingkat nasional yaitu Persatuan Taekwondo Indonesia ( PTI ) yg berafiliasi ke ITF dipimpin oleh Letjen. Leo Lopolisa dan Federasi Taekwondo Indonesia ( FTI ) yg berafiliasi ke WTF dipimpin oleh Marsekal Muda Sugiri .
Atas kesepakatan bersama dan melihat prospek perkembangan didunia olahraga International dan Nasional , maka Musyawarah Nasional Taekwondo pada Tanggal 28 maret 1981 berhasil menyatukan kedua organisasi Taekwondo tersebut, menjadi organisasi baru yang disebut Taekwondo Indonesia dan dipimpin oleh Leo Lopolisa sebagai Ketua Umumnya, sedangkan struktur organisasi ditingkat nasionalnya disebut PBTI ( Pengurus Besar Taekwondo Indonesia ) dan berpusat di Jakarta. Munas Taekwondo Indonesia I pada Tanggal 17 – 18 September 1984 menetapkan Letjen. Sarwo Edhie Wibowo ( Alm. ) sebagai Ketua Umum Taekwondo Indonesia periode 1984 – 1988, maka era baru Taekwondo Indonesia yang bersatu dan kuat dimulai. Selanjutnya Taekwondo Indonesia sempat dipimpin oleh Soeweno, Harsudiyono Hartas, dan sekarang oleh Letjen ( Mar ) Suharto.
Kini Taekwondo Indonesia telah berkembang di seluruh propinsi di Indonesia dan diikuti aktif oleh lebih dari 200.000 anggota , angka ini belum termasuk yang tidak secara aktif berlatih. Taekwondo telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di arena PON. Beberapa atlet yang pernah berjaya membela negara di event International antara lain seperti : Budi Setiawan, Rahmi Kurnia, Siauw Lung, Yefi Triaji, Lamting , Yeni Latif, Dirk Richard, dan sebagainya. dimasa Thn 1986 s/d Thn. 1993 . Pada generasi berikutnya antara lain seperti Yuana Wangsa Putri yang mewakili Indonesia di even Olympic Games 2000, Sidney dan Ika Dian Fitria yang berhasil meraih medali emas Kejuaraan Dunia Yunior pada November 2000
Read more ...

Senin, 12 September 2016

Materi Taekwondo


Tiga Materi Dasar Taekwondo 

1.   Poomse atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.

2.   Kyukpa atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/obyek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Obyek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.

3.   Kyoruki atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau poomse, dimana dua orang yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan diri.

Filosofi Sabuk pada Tae Kwon Do

·       Putih melambangkan kesucian,awal/dasar dari semua warna,permulaan.(mempelajari jurus dasar (taeguk) 1)
·       Kuning melambangkan bumi,disinilah mulai ditanamkan dasar-dasar TKD dengan kuat.?(mempelajari jurus dasar (taeguk) 2 dan 3).Sebelum naik sabuk hijau biasanya naik ke sabuk kuning strip hijau terlebih dulu.
·       Hijau melambangkan hijaunya pepohonan,pada saat inilah dasar TKD mulai ditumbuhkembangkan.(mempelajari taeguk 4 dan 5).Sebelum naik ke sabuk biru biasanya naik ke sabuk hijau strip biru terlebih dulu.
·       Biru melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi dan seisinya,memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah kita pelajari.(mempelajari taeguk 6 dan 7).Sebelum naik sabuk merah biasanya naik ke sabuk biru strip merah terlebih dulu.
·       Merah melambangkan matahari artinya bahwa kita mulai menjadi pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap sikap dan tindakan kita.(mempelajari taeguk 8, 9, dan 10). Sebelum naik sabuk hitam, biasanya naik ke sabuk merah strip dua dan merah strip satu dahulu.
·       Hitam melambangkan akhir,kedalaman,kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan.Hitam memiliki tahapan dari Dan 1 hingga Dan 10.

Beberapa tehnik Pukulan, Tendangan, dan Tangkisan
Pukulan
·       Momtong jireugi= pukulan mengarah ke ulu hati
·       Are jireugi= pukulan ke bawah
·       Eolgol jireugi= pukulan mengarah ke kepala

Tendangan
·       Ap Chagi = Tendangan Kedepan
·       Dollyo Chagi = Tendangan Melingkar Depan
·       Yeop Chagi = Tendangan Samping
·       Dwi Chagi = Tendangan Kebelakang
·       Twieo Dwi Chagi = Tendangan kebelakang Yang Dilakukan Sambil Melompat
·       eolgol ap chagi = tendangan ke arah kepala
·       momtong ap chagi= tendangan ke arah perut

Tangkisan
·       aremaki = Tangkisan bawah
·       Elgol Ceceumaki = Tangkisan ke arah kepala
·       Bakat Palmok Momtong Bakat Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian dalam lengan bawah.
·       Bakat Palmok Momtong An Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian luar lengan bawah.
·       An Maki = tangkisan darri arah luar.
·       am palmok momtong bakat maki= tangkisan ke arah lengan bawah

Filosofi / Arti Poomse Taegeuk

TAEGEUK-Il Jang
Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip keon dari palgwe
keon melambangkan sesuatu yang besar dan maha agung, yang menjadi asal dari segala sesuatu. keon merupakan permulaan segala sesuatu yang ada di bumi yang menjadi sumber penciptaan dan kekuatan yang berasal dari langit. langit pula yang memberikan cahaya matahari dan hujan, yang membuat segala sesuatu tetap tumbuh dan hidup. Taegeuk-1 bersifat sederhana namun dilakukan dengan penuh kekuatan dan menampakkan keperkasaan sesuai wataknya.

TAEGEUK-I Jang
Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Tae dari palgwe.
Tae menggambarkan keteguhan hati dan kelemah lembutan. dalam Tae, batin seseorang tetap teguh namun gayanya tampak lemah lembut, mengatasi keadaan dengan senyuman dan kebajikan. untuk itu, Taegeuk ini harus dilaksanakan dengan lemah lembut namun penuh kekuatan.

TAEGEUK-Sam Jang
Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Ri dari palgwe
Ri menggambarkan matahari dan api, dengan demikian Taegeuk 3 harus dilakukan dengan penuh semangat dan daya yang variatif.


TAEGEUK-Sa Jang
Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Jin dari palgwe.
Jin menggambarkan guntur dan kilat yang menimbulkan panik dan ketakutan, namun langit yang biru dan sinar matahari yang cerah akan muncul kembali. prinsip ini mengajarkan kepada kita bahwa dalam menghadapi bahaya dan ketakutan seharusnya kita bersikap tenang dan berani. begitu pula dalam Taegeuk 4 ada beberapa gerakan yang sulit dan memerlukan ketenangan serta keseimbangan yang baik saat melakukannya.

TAEGEUK-O Jang
Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Seon dari palgwe.
prinsip ini menggambarkan angin, yang pembawaan aslinya halus dan menghembus sepoi-sepoi, namun dapat menjadi dahsyat seperti badai. hal ini melambangkan sifat kerendahan dan kebaikan hati. didalam taegeuk ini terlihat gerakan yang berulang-ulang, dan ada gerakan yang terlihat monoton maupun yang sesekali menyentak dengan kuat.

TAEGEUK-Yok Jang
Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Gam dari palgwe.
Prinsip ini menggambarkan air, yang merupakan elemen yang paling fleksibel; bentuknya dapat berubah-ubah namun tak merubah hakekatnya. hal ini memberikan pengertian bahwa berbagai kesulitan dan penderitaan yang kita alami dapat diatasi jika kita tetap maju dan berbekal rasa percaya diri yang kuat.


TAEGEUK-Chill Jang
Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Gan dari palgwe.
Gan melambangkan gunung, yang menjadi simbol kestabilan karena dianggap tidak pernah bergerak. dan puncaknya mengingatkan kita untuk tahu kapan harus bertindak dan kapan harus berhenti. hal ini mengajarkan kita agar dalam setiap tindakan kita tidak gegabah. Taegeuk ini dilakukan dengan penuh ketenangan, namun tetap terlihat kokoh dan mantap.

TAEGEUK-Pal Jang
Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Gon dari palgwe.
Gon melambangkan bumi, yang kokoh, kuat dan bertenaga. bumi merupakan sumber kehidupan, dimana segala mahluk hidup dan tumbuh. bumi dianggap sebagai ciptaan kekuatan dari langit. hal ini diharapkan dengan penuh ketenangan, namun kita tetap dapat menjadi tempat tumbuhnya kekuatan dan pemikiran yang positif. Taegeuk-8 merupakan taegeuk yang terakhir, disini kita diharapkan dapat memperbaiki dan memperkokoh dasar kita sebelum mencapai tingkatan DAN 1

Bagian Tubuh yang menjadi sasaran (Keup so)
Bagian tubuh yang menjasi sasaran dapat dibagi menjadi tiga bagian pakok :
1.      Eolgol ( Bagian atas/kepala/muka )
Temasuk bagian ini adalah Tulang belikat ke atas dan seluruh bagian wajah sepaerti antara lain dagu, Jakun, bagian atas dan bawah bibir.
2.      Momtong ( Bagian Tengah Badan )
Yang termasuk bagian ini adalah daerah atas pusar keatas hingga tulang belikat, rusuk/tulang iga, serta di bawah tulang tulan rusuk dimana ginjal terletak diantaranya.
3.      Arae ( Bagian bawah tubuh )
Yang temasuk bagian ini adalah dari pusar ke bawah meliputi selangkangan, titik-titik pokok kelemahannya terletak antara lain pada rongga bawah perut dan kemaluan.

 Bagian Tubuh Untuk yang digunakan untuk meyerang dan bertahan
Didalam tekwondo, tubuh manusia dianggap terpisah dan terbagi sesuai fungsinya masing-masing, saat melakukan gaya atau gerakan, semanya harus tergerak secara koordinasi dengan baik.
Pada dasarnya, teknik serangandan pertahanan dalam seni beladiri taekwondo hamper seluruhnya memakai bagian-bagian dari tangan dan kaki, namun namu perlu di ingat bawah arus tenaga yang dihasilkan berasal dari badan, terutama perputaran pinggang ditambah sentakkan dari lipatan siku.
Adapun bagian tubuh yang dipergunakan adalah :
1.      Kepalan  ( jumeok )
2.      Tangan ( som )
3.      Lengan ( pal )
4.      Siku Tangan ( palkup )
5.      Kaki bagian atas ( dari ) termasuk lutut ( Murup )
6.      Kaki bagian bawah (bal )

1 Kepalan  ( Jumeok )
Kepalan tangan merupakan alat penyerang yang penting dalam seni beladiri Taekwondo.

2 Tangan ( Son )
Son / tangan yang dimaksud dalam taekwondo adalah tangan terbuka hanya ketiga jari tengah sedikit membengkok pada ruas ujungnya serata mungkin dan ibujari merapat pada sisi telapak tangan yangterbuka tersebut.

3 Lengan (Palmok )
Keempat sisi lengan di prgunakan dalam melakukan gerakan pertahanan, namun yang paling sering sisi luar ( Bakkat ) dan sisi dalam ( An )

4 Siku Tangan (  Palkup )
Salah satu senjata yang evektif untuk jarak dekat adalah palkup/ siku tangan.

5 Kaki Bagian Atas ( Dari )
Terdapat dua bagian kaki Atas yang dipakai sebagai alat untuk meyerang yaitu :
a.       Lutut ( Mureup )
b.      Tulang kering ( Jeonggang Wi )

6 Kaki Bagian Bawah ( Bal )
Bal / kaki di bagian bawah mata kaki, merupakan senjata yang sangat penting dan khas dari seni beladiri taekwondo. Walaupun tak setangkas tangan, kaki mempunyai kelebihan dalam hal jangkauan jarak dan kekuatan yang lebih besar. Kaki yang terlatih dengan baik akan menjadi senjata yang andal bagi seorang taekwondo-in
Read more ...
Designed By : Asep Saefullah